Tiba-tiba aku ingat lagi pada kakek dan kedatangan Ajo sidi kepadanya.Apakah Ajo sidi telah membuat bualan tentang kakek?Dan bualan itulah yang mendurjanakan kakek?aku ingin tahu.lalu aku tanya kakek lagi.”apa ceritanya,kek?”
“siapa?”
“Ajo sidi”
“Kurang ajar dia,”kakek menjawab
“kenapa?”
“mudah-mudahan pisau cukur ini,yang kuasah tajam-tajam ini.menggorokan tenggorokannya.”
“kakek marah?”
“marah”?ya,kalau aku masih muda,tapi aku sudah tua.orang tua menahan ragam.sudah lama aku tak marah-marah lagi.takut aku imam ku rusak karena ibadahku rusak karenanya,sudah begitu lama aku berbuat baik,beribadat,bertawakal kepada tuhan,sudah begitu lama aku menyerahkan diri kepada-nya.Dan tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal.kau tahu apa yang kulakukan bukan?terkutulah perbuatanku?dikutiki tuhanku semua pekerjaanku?”
Konflik yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah kakek merasa sakit hati kepada Ajo sidi.
Watak
Kakek(Sabar dan bertawakal)
Ajo Sidi(Suka menjelekan orang lain)
Amanat dalam cerpen tersebut adalah hendaklah bersabar dalam menghadapi situasi apapun.